Pemkab Meranti Dukung Penguatan Kompetensi Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau

Senin, 20 Juli 2026 . Waktu baca 2 menit 55 detik
image
Logo
Logo
Logo
Logo

MERANTI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus mendukung upaya penguatan kompetensi guru muatan lokal Budaya Melayu Riau sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah melalui dunia pendidikan. Komitmen itu ditunjukkan dengan dibukanya Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi Riau oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs. M. Mahdi, mewakili Bupati Kepulauan Meranti, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (20/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026 itu diselenggarakan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bekerja sama dengan LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti serta didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Sebanyak 40 guru muatan lokal jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK mengikuti kegiatan tersebut.

Membacakan sambutan Bupati Kepulauan Meranti, M. Mahdi mengatakan Budaya Melayu merupakan identitas dan jati diri masyarakat Riau yang harus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan.

"Budaya Melayu adalah identitas dan jati diri masyarakat Riau. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter, membentuk kepribadian, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah," ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyampaikan materi muatan lokal. Dengan begitu, pembelajaran dapat berlangsung lebih kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai luhur Budaya Melayu.

"Kami berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menarik, dan relevan. Namun, nilai-nilai luhur Budaya Melayu harus tetap menjadi ruh dalam setiap proses pembelajaran," katanya.

Ia menegaskan Pemkab Kepulauan Meranti berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berbudaya.

"Kami akan terus mendukung setiap upaya pelestarian budaya daerah. Ini merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kepulauan Meranti," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.I.Kom., mengatakan guru memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan Budaya Melayu.

"Pelestarian Budaya Melayu tidak akan berhasil tanpa proses pewarisan. Karena itu, guru menjadi ujung tombak dalam mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda," ujarnya.

Ia juga menyampaikan salah satu capaian penting LAMR dalam setahun terakhir adalah berhasil didaftarkannya mata pelajaran Budaya Melayu Riau ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nasional.

"Masuknya Budaya Melayu Riau ke Dapodik menjadi langkah penting. Hal ini memperkuat posisi muatan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan profesional bagi guru di masa mendatang," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., berharap pelatihan tersebut menjadi pedoman bagi para guru dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau sesuai nilai-nilai dan kearifan lokal.

"Kami berharap guru memiliki pedoman yang lebih jelas dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau. Dengan demikian, peserta didik semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri," katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

"Ikuti setiap materi yang disampaikan narasumber. Terapkan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah," tutupnya.

Melalui pelatihan ini, kompetensi guru muatan lokal diharapkan semakin meningkat sehingga mampu memperkuat pelestarian Budaya Melayu Riau di lingkungan pendidikan. Selain itu, pembelajaran juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai adat, karakter, dan jati diri kepada generasi muda di Provinsi Riau.

Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia H. Suhardi, S.Pd., M.Pd., perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, pengurus LAMR Provinsi Riau dan Kabupaten Kepulauan Meranti, para kepala sekolah, serta peserta pelatihan.