Pemkab Meranti dan Pemprov Kepri Teken MoU Strategis, Perkuat Pelayanan Publik hingga Hilirisasi Kelapa dan Sagu

Jumat, 8 Mei 2026 . Waktu baca 2 menit 44 detik
image
Pemkab Meranti dan Pemprov Kepri Teken MoU
Logo
Logo
Logo
Logo

TANJUNGPINANG — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama strategis guna memperkuat sinergi pembangunan daerah, pelayanan publik, serta pengembangan potensi ekonomi kawasan perbatasan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, Ibu Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Hj. Ismiatun, S.E., bersama Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026).

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, di antaranya perhubungan, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), dan kesehatan. Penandatanganan juga dilanjutkan oleh masing-masing kepala OPD terkait dari kedua daerah dan disaksikan langsung oleh kedua kepala daerah.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana silaturahmi itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzar SH, jajaran pejabat tinggi pratama, staf ahli, asisten, serta kepala OPD dari kedua pemerintahan.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Kepri terhadap rombongan Pemkab Meranti.

Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergitas antardaerah dalam mendorong percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam optimalisasi potensi masing-masing daerah, baik di bidang sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, hingga sektor perkebunan,” ujar Asmar.

Ia menambahkan, Kepulauan Meranti memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama komoditas sagu, kelapa, dan kopi, yang dinilai perlu dikelola secara maksimal melalui kolaborasi lintas daerah dan dukungan berbagai pihak.

Bupati Asmar juga berharap hubungan kerja sama dan silaturahmi antara Pemkab Meranti dan Pemprov Kepri dapat terus terjalin semakin solid di masa mendatang.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam berbagai sektor.

Menurut Ansar, Kepri dan Kepulauan Meranti memiliki keterkaitan geografis dan geoekonomi yang kuat karena sama-sama berada di kawasan strategis Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Ia menyebutkan, setiap tahun sekitar 80 ribu kapal melintasi Selat Malaka dengan aktivitas perdagangan mencapai sekitar 70 juta kontainer.

“Potensi besar ini sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu dibutuhkan kerja sama antardaerah hingga pemerintah pusat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama,” kata Ansar.

Ia juga menilai kerja sama antardaerah menjadi sangat penting di tengah kondisi fiskal dan fluktuasi APBD saat ini, sehingga pemerintah daerah dituntut lebih inovatif dalam membangun ekonomi.

Salah satu sektor potensial yang disoroti adalah pengolahan sagu dan kelapa. Ansar mengungkapkan bahwa industri hilir kelapa di Kepri saat ini membutuhkan sekitar 200 ribu butir kelapa per hari, sementara pasokan yang tersedia baru sekitar 100 ribu butir.

Dengan besarnya potensi kelapa yang dimiliki Kepulauan Meranti, ia optimistis kebutuhan bahan baku industri di Kepri dapat dipenuhi dari daerah tersebut.

“Ini menjadi peluang besar bagi petani kelapa Meranti. Pasokan ke industri dalam negeri tentu akan memberikan nilai ekonomi lebih baik dan meningkatkan daya saing dibanding hanya diekspor mentah,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kepri juga berencana mendorong pengoperasian jalur RoRo Meranti–Kepri guna memperkuat konektivitas dan memperlancar arus barang maupun mobilitas masyarakat.

Ansar turut memaparkan capaian ekonomi Kepri yang dinilai cukup impresif. Berdasarkan data BPS tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 7,48 persen atau menempati peringkat ketiga nasional. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah menembus angka 80 dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai lebih dari Rp381 triliun.

“Semoga Kepri dan Meranti dapat terus melaju bersama dan saling menguatkan dalam pembangunan kawasan,” tutup Ansar Ahmad.