Bupati Asmar Serahkan Santunan Rp61,5 Juta untuk Guru Korban Kebakaran di Meranti

Rabu, 30 September 2026 . Waktu baca 2 menit 34 detik
image
Logo
Logo
Logo
Logo

MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan kepedulian terhadap keluarga guru yang menjadi korban kebakaran. Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyerahkan santunan sebesar Rp61.526.000 kepada keluarga korban kebakaran di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Asmar pada Rabu (30/9/2026). Bantuan merupakan hasil penggalangan donasi dari keluarga besar guru dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kebakaran sebelumnya terjadi pada 20 September 2026 dan menghanguskan rumah keluarga korban. Salah satu anggota keluarga yang terdampak merupakan guru yang mengabdi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Meranti, R. Yusran, mengatakan penggalangan donasi dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi mengenai musibah yang menimpa keluarga guru tersebut.

Menurut Yusran, pengumpulan bantuan dilakukan bersama para guru se-Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai bentuk kepedulian terhadap rekan seprofesi yang sedang mengalami musibah.

“Pada 20 September telah terjadi musibah kebakaran di rumah kediaman salah satu guru. Kami kemudian mendapat arahan untuk menggalang donasi dari rekan-rekan guru se-Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Yusran.

Dari penggalangan tersebut, lanjutnya, terkumpul dana sebesar Rp61.526.000. Selain uang tunai, keluarga korban juga disiapkan sejumlah perlengkapan rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

“Alhamdulillah, dari donasi rekan-rekan guru se-Kabupaten Kepulauan Meranti telah terkumpul Rp61.526.000. Kami juga menyiapkan bantuan berupa perlengkapan rumah tangga untuk ibu dan anaknya,” ujarnya.

Penyerahan santunan dilakukan Bupati Asmar didampingi Kepala Dinas Sosial Meranti Rokhaizal, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Meranti R. Yusran, Ketua PGRI Meranti Alfian Husein, Kepala Dinas Kominfotik Sukri, Kabag Prokopim Yusran, Camat Tebing Tinggi Ratna Juwita serta sejumlah pejabat lainnya.

Bantuan tersebut diterima Rosmayanti Mariesta (25), salah satu anak keluarga korban. Rosmayanti tampak haru saat menerima santunan dan bantuan perlengkapan rumah tangga tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Asmar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, keluarga besar guru, ASN, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarganya.

“Terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Semoga semua yang telah membantu dilindungi oleh Allah SWT,” ujar Rosmayanti.

Bupati Asmar mengatakan, santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kekompakan keluarga besar guru serta ASN terhadap sesama yang sedang mengalami musibah.

“Ini adalah bentuk kekompakan bersama. Para guru dan ASN ketika ada sesama guru atau ASN yang mendapat musibah, santunan ini menjadi bentuk dukungan dan kepedulian kita,” kata Asmar.

Asmar berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan kembali rumah yang terbakar.

“Dengan bantuan Rp61.526.000 ini, mudah-mudahan bisa membantu membeli material bangunan, sehingga rumah Bu Rosmayanti dapat dibangun kembali,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat dan keluarga korban yang secara swadaya turut membantu proses pembangunan kembali rumah yang terdampak kebakaran.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan keluarga besar guru, kami turut merasakan kesedihan yang dialami Bu Ros dan keluarga. Musibah ini merupakan ketetapan Allah SWT. Kita harus tetap sabar dalam menghadapinya dan mudah-mudahan ada hikmah di balik musibah ini,” ungkap Asmar.

Sebelumnya, Bupati Asmar juga telah mengunjungi keluarga korban dan menyerahkan bantuan berupa sembako, peralatan rumah tangga, serta dokumen kependudukan berupa KTP dan kartu keluarga (KK).

Pemerintah daerah berharap dukungan dari pemerintah, keluarga besar guru, ASN, dan masyarakat dapat membantu keluarga korban bangkit dari musibah serta menyelesaikan pembangunan kembali rumah mereka.