MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Agenda tersebut juga dirangkai dengan pengumuman perubahan susunan keanggotaan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Kamis (26/03/2026).
Rapat paripurna tersebut dihadiri Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, pejabat eselon III, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas kesempatan yang diberikan untuk memaparkan LKPJ Tahun 2025. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
“LKPJ ini merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah daerah sekaligus evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran,” ujar Asmar.
Ia menjelaskan, penyusunan LKPJ mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta sejumlah regulasi terkait lainnya. Laporan tersebut memuat berbagai aspek, mulai dari dasar hukum, visi-misi kepala daerah, kondisi umum daerah, hingga capaian kinerja pemerintahan.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2025 mencapai 212.416 jiwa, meningkat dari 209.580 jiwa pada tahun 2021, dengan rata-rata pertumbuhan 0,34 persen per tahun. Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, sedangkan Tebing Tinggi Timur mencatat pertumbuhan tertinggi.
Sementara itu, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 3.998 orang, terdiri dari 2.659 PNS dan 1.339 PPPK.
Bupati Asmar juga memaparkan sejumlah indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Meranti pada tahun 2025 mencapai 70,02, meningkat dari 69,64 pada tahun sebelumnya.
Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 20,51 persen pada 2025, setelah sempat meningkat pada 2024. Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,51 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 4,85 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Meranti juga mengalami peningkatan menjadi 3,62 persen pada tahun 2025, dibandingkan 3,33 persen pada tahun 2024,” jelasnya.
Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2025 mencapai lebih dari Rp991 miliar atau 81,51 persen dari target Rp1,2 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sekitar Rp111 miliar atau 42,17 persen dari target. Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat mencapai Rp824,71 miliar atau 93,35 persen dari target.
Untuk belanja daerah, realisasi mencapai sekitar Rp991 miliar atau 81,33 persen dari target. Belanja tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, serta belanja transfer.
Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,66 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmar juga menyampaikan sejumlah capaian dan penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang 2025. Di antaranya Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 atas capaian kepesertaan jaminan kesehatan tertinggi di Provinsi Riau serta prestasi di bidang pendidikan melalui Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Ia menegaskan bahwa LKPJ tidak hanya sebagai laporan pertanggungjawaban, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan ke depan.
“Berbagai kendala yang dihadapi selama tahun 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di masa mendatang,” tutupnya.