Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Pemkab Meranti Ajak Generasi Muda Teladani Ulama

Kamis, 24 September 2026 . Waktu baca 1 menit 42 detik
image
Logo
Logo
Logo

MERANTI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak masyarakat dan generasi muda meneladani nilai-nilai perjuangan serta keteladanan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Suardi, M.Pd, saat menghadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 di Musholla Toriqoh Miftahul Jannah, Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (24/9/2026) malam.

Suardi menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kepulauan Meranti yang belum dapat hadir karena masih menyelesaikan sejumlah kegiatan di luar daerah.

Menurutnya, haul tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa, perjuangan, keteladanan, serta nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

«“Haul merupakan momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh para ulama kepada generasi setelahnya,” ujarnya.»

Ia menilai Syekh Abdul Qodir Al-Jailani merupakan sosok ulama yang dikenal memiliki kedalaman ilmu, keteguhan iman, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap umat.

“Beliau mengajarkan bahwa ilmu harus melahirkan amal, ibadah harus melahirkan akhlak, dan kecintaan kepada Allah SWT harus tercermin dalam kecintaan kepada sesama manusia,” katanya.

Suardi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak berhenti menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum, serta memperkuat silaturahmi dan persaudaraan di tengah tantangan zaman.

“Mari kita belajar dan meneladani semangat perjuangan Syekh Abdul Qodir Jailani. Jangan pernah lelah menuntut ilmu agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Bersama kita membangun daerah dan mewujudkan Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Rangsang Barat Jefrizal mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga kelestarian alam dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran dan menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman.

“Tidak akan bosan dan jenuh saya sampaikan, karena begitu sulit dan kasihan para petugas pemadam yang harus pulang pukul 2 malam setiap harinya demi mencegah api melebar ke mana-mana. Jadi dibutuhkan kesadaran, rasa simpati dan kepedulian kita bersama,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, para ulama dan tokoh agama, Camat Rangsang Barat beserta jajaran, kepala desa, serta jamaah dan masyarakat.